Jumat, 02 Desember 2011 - 19:53:44 WIB

Ribut Kolor Ijo, Pelaku Perkosaan Ditangkap

Probolinggo, kabarwarta.com-Kasus perkosaan yang terjadi di jalan Mastrib, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Kamis (01/12) pukul 21.30 wib, ribut. Sang pelaku yang belakangan diketahui bernama Ismail (39) nyaris menjadi korban amuk massa. Lelaki yang tinggal di Blok Pohgosong, Kelurahan / Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo Jawa Timur setempat ini disangka pelaku kolor ijo.

Perkosaan yang berujung pemukulan terhadap korbannya ini, diketahui warga yang sedang nyantai di sebuah warung kopi, di perempatan jalan Mastrib. Saat asyik berbincang-bincang, mereka dikejutkan dengan jeritan seorang perempuan yang minta tolong. Tanpa pikir panjang,
pengunjung warung gedheg itu melompat meninggalkan makanan dan minuman yang telah dipesannya. Dengan membawa lampu penerangan seadanya, akhirnya warga mendapati seorang perempuan tengah baya, tergeletak di dekat dinding gedung yang jarang ditempati. Saat ditemukan, perempuan yang diketahui bernama Ponipah (25), di bagian matanya tampak lebam membiru. Bibirnya bengkak dan giginya rompal . Khawatir dengan kondisinya, warga beramai-ramai membawanya ke Puskesmas Wonoasih. Sedang seseorang yang menyebabkan Ponipah bernasib seperti itu, sudah tidak diketahui di TKP alias melarikan diri.

Setelah sempat dirawat sejenak, Ponipah, akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Muhammada Saleh, Kota setempat. Usai  kejadian tersebut tersebar kabar , pelaku perkosaan malam itu, kolor ijo. Warga yang sempat dibikin resah dengan aksi kolor hijau beberapa bulan belakangan ini, mengepung tempat kejadian. Hanya saja upaya pencarian warga, tak membuahkan hasil. Tak hanya masyarakat sekitar, warga kelurahan lain yang tetangganya menjadi korban kebiadaban kolor ijo, turut melakukan pencarian.

Tempat-tempat yang diduga menjadi pelarian dan persembunyian maling alat vital perempuan itu, juga diobrak-abrik. Meski mereka gagal menemukan pencuri yang disebutnya kolor ijo itu, warga tetap bertahan, mencari keberadaan kolor ijo hingga tertangkap. Pencarian pencuri vagina itu berakhir, setelah warga mendengar kalau sang pembuat resah warga tersebut telah ditangkap polisi.

Kasat Reskrim, AKP Agus I Suprianto, membenarkan jika Iswmail, pelaku perkosaan terhadap Ponipah, tertangkap. Ia  ditangkap petugas di depan SPBU jalan Mastrib, saat sedang duduk duduk. Diduga, strategi itu dipakai pelaku, untuk menghindar dari kejaran massa. Setelah petugas yakin  pemuda yang ditangkapnya bernama Ismai, polisi kemudian membawanya ke Mapolres Probolinggo Kota.

Kasat Agus membantah, jika pemuda yang ditangkap pada Kamis malam Jum’at, (01/12) pukul 21.30 itu, kolor ijo. Agus mengetahui hal itu, setelah memintai keterangan tersengka. Menurutnya, Ismail mengaku telah berbuat layaknya suami istri dengan Ponipah, perempuan yang masih tetangganya. “Bukan kolor ijo. Saat ditangkap, Ismail pakai celana jean,enggak pakai kolor ijo kok” terang kasat seraya tersenyum.

Diceritakan oleh Kasat Reskrim, pada Kamis, (01/02) sekitar pukul 18.00 waktu setempat, Ponipah menerima sms dari Ismail. Isinya, Ismail mengajak  Ponipah, jalan-jalan. Setengah jam kemudian korban menemui lelaki pujaannya di depan kantor pajak, jalan Mastrib, tempat yang telah dijanjikan. Ismail dan Ponipah yang disebut Kasat Agus, telah berpacaran itu, bersepeda pancal  menyusuri jalan Mastrib, kea rah selatan. Singkat certita, sesampainya di depan kantor lama DPD Partai Golkar, Ismail menghentikan kayuhan sepeda anginnya. Ia kemudian masuk ke halaman kantor itu, dan menyandarkan sepeda kekasihnya ke  dinding bagian utara gedung tersebut. Khawatir sepeda pancalnya dibawa kabur, Ponipah yang awalnya berdiri di pinggir jalan, membuntuti Ismail.

Ismail yang kala itu nafsu birahinya memuncak, langsung mendekap kekasihnya. Ponipah yang tidak  menduga pacarnya akan berbuat tidak senonoh, langsung meronta dan menjerit. Khawatir perbuatannya diketahui warga, Ismail kalap dan mentonyor muka pacarnya berkali-kali hingga memar membiru. Perempuan yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dengan Ismail ini pasrah tubuhnya ditindih, setelah mulutnya ditinju hingga merontokkan giginya. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, Ismail  mebiarkan tubuh kekasihnya itu tergeletak diantara rerumputan dan pohon pisang dengan baju dan rambut awut-awutan. Ponipah kemudian ditolong warga, Sedang Ismail menghilang di kegelapan malam. Tak lama kemudian, pemuda, pembuat kerajinan kurungan ini ditangkap polisi. Akibat perbuatannya itu, Ismail dijerat pasal 285. “Ancamannya 12 tahun,” punkas Kasat Reskrim,

usai kejadian malam itu. Setelah dirawat di ruang instalasi rawat darurat semalaman, Ponipah tidak dijinkan pulang. Ia harus dirawat hingga lebam di wajahnya dinyatakan sembuh oleh tim kesehatan RSUD dr. Muhammad Saleh. Pada Jumat (02/10) pagi, ia dipindah ke ruangan Bougenvile untuk menjalani perawatan. “Mbak belum bias ngomong. Mungkin shok atau mulutnya masih sakit,” kata Misto, adik sepupunya Jumat(02/12).

Samsudin (49) saat dikonfirmasi, enggan berkomentar. Lelaki yang memiliki dua anak ini lebih memilih diam dan lebih fokus pada kesembuhan putri pertamanya. Selain khawatir dengan kesehatan anaknya, menurut Misto, keponakannya, Samsudin  juga memikirkan biaya rumah sakit. Menurut keponakannya Samsudin kesehariannya bekerja menarik becak. Bahkan saat itu, ia mengeluh belum mendapatkan obat. “Saya bingung, masak sampai sekarang anak saya belum mendapat obat,” katanya sambil meninggalkan ruangan anaknya. (fl)

Berita Terkait


0 Komentar :

Kirim Komentar :

BRONIS

Sidang Perdana Jandri Onasis, Perkara Dugaan Pemalsuan Kurator

Terancam Pasal 263 & 266 KUHP Pidana   ARJUNO, KABARWARTA - Sidang perdana

Selengkapnya