Rabu, 15 Mei 2013 - 18:59:09 WIB

Sidang Meremas Payudara, Dendam yang Terpendam

KABARWARTA - Achmad Zakhi, warga Jalan Kapasan Surabaya menjadi terdakwa perkara pembunuhan terhadap M. Ulum berlanjut di Pengadilan Negeri(PN) Surabaya, Selasa (14/5/2013) kemarin. Dengan agenda meminta keterangan terdakwa.

Peristiwa 16 Desember 2012

Dalam sidang yang diketuai hakim majelis bernama Antonious Simbolon, SH.MH, Jaksa Penuntut Umum(JPU) Ririn Indrawati, SH menghadirkan terdakwa, keruang sidang Tirta 1 untuk dimintai keterangannya dimuka sidang

Dalam keterangannya dihadapan majelis hakim, terdakwa Ahmad Zakhi menceritakan pada 16 Desember 2012 lalu, dirinya telah membunuh M. Ulum di dekat rumahnya jl. Simolawang.

“Saya ada rasa dendam kepada korban kira-kira dua hari sebelum peristiwa itu, lantaran korban telah berbuat tak senonoh kepada istri saya. Korban telah meremas payudara istri saya, saat sedang membeli bakso di depan rumah pak Hakim,” kata terdakwa

Waktu bertemu korban, saya sempat adu mulut, lalu saat itu masuk rumah dan mengambil pisau. Namun, justru korban memukul saya, karena terdesak saya tusuk dada korban hingga terjatuh.

Ketua majelis hakim Antonius Simbolon menanyakan kepada terdakwa, apakah setelah membunuh korban, apa terdakwa langsung menyerahkan diri kepada polisi ? “Ya..Pak Hakim, saya menyerahkan diri ke Polisi,” ujar terdakwa Achmad Zakhi

Sementara itu pada persidangan sebelumnya, dalam nota dakwaan JPU Ririn Indrawati.SH,  menyebutkan, jika terdakwa melakukan pembunuhan terhadap Ulum pada 16 Desember 2012 lalu. Akibatnya, Ia terancam jeratan Pasal 351 tentang penganiayaan dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Awal Mula Kejadian

Kejadian bermula dari dendam dua hari yang telah dipendam oleh terdakwa karena tindakan tidak senonoh korban. Zakhi mengetahui jika Ulum telah memegang payudara Fitria Ariani, istrinya, saat sang istri tengah berada di depan rumah untuk membeli bakso.

Mengetahui korban telah bertindak asusila kepada istrinya, Zhaki pun meradang. Ia sempat terlibat adu mulut hingga kemudian memilih masuk ke rumah dan mengambil pisau di dapur.

Nahasnya, meski sudah diancam akan ditusuk, korban justru memukul terdakwa. Semakin tak terima, Zhaki lalu menusuk dada korban hingga tersungkur dan jatuh ke dalam selokan di gang Jl Simolawang. Saat tahu Ulum telah tak bernyawa, Zhaki lantas mendatangi polisi guna menyerahkan diri.

Seperti diberitakan, Zhaki menyerahkan diri ke Mapolsek Simokerto setelah dirinya menusuk Ulum hingga tewas. Ironisnya, berdasarkan pemeriksaan, Ulum ternyata mengidap gangguan kejiwaan yang tidak disadari oleh terdakwa. (Red/Firm/Hend)

Berita Terkait


0 Komentar :

Kirim Komentar :

BRONIS

Wartawan Jadi Korban, Satu Lagi Dosa Polsek Tegalsari Surabaya!

Segerombolan Pemuda Merampas Motor & Barang Berharga Wartawan TEGALSARI, KABARWARTA -

Selengkapnya