Rabu, 01 Mei 2013 - 21:01:19 WIB

Sidang Pembunuhan SMS Kata-Kata 'Jorok'

KABARWARTA - Sidang perkara pembunuhan yang diduga karena sering mengirim Short Messages Services (SMS) dengan kata- kata jorok, Deny Hermanto (26) tewas ditangan Hepi Wiharso(29) di malam Natal lalu, terdakwa Hepi disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (1/5/2013).

Sidang yang digelar di ruang Cakra itu, mengagendakan keterangan saksi. Jaksa penuntut umum (JPU) I Wayan Wahyudistira, SH menghadir saksi Tasmiati ibunda Deny(korban). Sidang dipimpin ketua majelis hakim Bambang Koestopo, SH MH. Menurut Tasmiati di persidangan mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui bahwa anaknya menjadi korban karena masalah Short Messages Services (SMS). "Anak saya dibunuh katanya karena sering sms kepada Nisah," katanya.

Ditambahkannya, dirinya bergegas ke rumah sakit untuk melihat kondisi anaknya yang telah meninggal. "Diperlihatkan jasad korban dengan luka sabetan di belakang kepala," ujar Tasmiati.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa Yuliana menanyakan bukti-bukti sms tersebut. "Kami meminta kepada persidangan agar ditunjukkan sms tersebut," katanya. Oleh jaksa di dalam persidangan hanya ditunjukkan selembar kartu provider. Yuliana meminta kepada hakim agar sidang minggu depan dihadirkan sms tersebut. "Itu tidak mendukung bukti karena harus ada hp dan sms korban," sahutnya. 

Di persidangan, Hepi yang bekerja di bengkel truk tersebut, diancam pidana pasal 353 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.

Seperti diketahui, hanya karena adiknya Choirul Nisa dikata-katai jorok via SMS, Hepi Wiharson warga Sawah Gg V/3, Pegirian nekat menusuk Deny Hermanto warga lamongan di malam Natal 2012 atau pada tanggal 24 Desember sekitar pukul 22.20 WIB. 

Terdakwa janjian dengan korban di cafe CSDW, Surabaya. Sayangnya, korban tidak datang dan menelpon tersangka kalau sedang berada di garasi PT SWM Jalan Margomulyo Indah IV Blok B 11.
 
Oleh tersangka kemudian mendatangi korban di lokasi yang ditunjukkan korban tersebut. Saat bertemu, tersangka menanyakan maksud SMS korban kepada adiknya tersebut, tapi korban, yang diketahui sebagai buron Polres Lamongan itu, berusaha menghindar dari pertanyaan tersangka. 

Tersangka mengeluarkan parang dari balik bajunya. Korbanpun kabur dan dikejar oleh tersangka. Setelah berhasil menangkap korban, tersangka menyabetkan parangnya ke arah bagian belakang kepala korban hingga gagang parang lepas. 

Korban masih terus berupaya lari dari kejaran tersangka, hingga akhirnya korban terpeleset dan jatuh. Mengetahui itu, tersangka langsung memukul pelipis kiri korban dan menghunuskan parangnya ke tubuh korban lalu meninggalkan korbanya yang bersimbah darah. (Red/Firm/Hend)

Berita Terkait


0 Komentar :

Kirim Komentar :

BRONIS

Meski Elegan di Jantung Kota Surabaya, Crown Prince Hotel Harganya Terjangkau

SURABAYA, KABARWARTA – Sebuah hotel yang baru berdiri terletak di jantung Kota Surabaya, hotel

Selengkapnya